NEWS UPDATE :  

Berita

SEKEDAR MENGGUDANGKAN DOKUMEN BIMTEK BEBERAPA TAHUN YANG LALU TENTANG "Pencegahan Perundungan, Kekerasan Seksual, dan Intoleransi"

Selaku Kepala SMPN 2 Pakuniran saya hari ini mengikuti "Workshop Pencegahan Perundungan, Kekerasan Seksual, dan Intoleransi Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun 2022" di Double Tree by Hilton Surabaya Hotel. Workshop ini diikuti oleh 18 kota/kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Adapun masing-masing kabupaten diwakili oleh 1 MKKS, 1 Dinas, dan 13 Kepala SMP terpilih. Alhamdulillah, saya diamanahkan untuk mengikuti acara tersebut.

 

Kegiatan hari pertama cukup padat tapi mengasyikkan sebab berkumpul dengan orang-orang hebat. Dimulai dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB untuk check in dan menyelesaikan administrasi. Selanjutnya, seremoni pembukaan yang dilakukan oleh direktur SMP hingga pukul 17.00 WIB. Disusul dengan penyegaran melalui pemaparan kebijakan Dit. SMP oleh panitia. Kemudian, dilakukanishoma secara bersama-sama. 

 

Poin yang menarik perhatian bagi khalayak pendidik ialah materi "Sinergitas Program Pencegahan 3 Dosa Besar Pendidikan" yang dielu-elukan oleh masyarakat, khususnya orang tua peserta didik dan orang tua di sekolah. Materi ini disampaikan langsung oleh KPAI Pusat, yakni Retno Listyarti, M.Si. Ternyata masih banyak remaja yang memperoleh perlakuan kurang baik, seperti perundungan, kekerasan seksual, danmasalah intoleransi (tidak toleran terhadap perbedaan).

 

Menyorot persoalan perundungan. Perundungan terjadi sebab kepemilikan kekuasaan sementara. Adanya perasaan memiliki terhadap suatu wilayah atau kawasan yang dianggap miliknya, sehingga hal ini mengakibatkan biasanya kakak kelas melakukan perundungan (bullying) terhadap adiknya. Sementara, adik-adik yang terbilang baru di sebuah satuan pendidikan, akan merasa takut kepada kakak kelasnya. Hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena akan membenturkan mental bagi adik-adik kelasnya.

 

Pelecehan seksual kaitannya dengan masa remaja yang jika tidak diarahkan dengan baik, maka timbullah hal demikian. Masa SMP dikategorikan sebagai masa transisi dari masa anak-anak menuju remaja bawah. Sehingga, adanya perasaan tertarik (sesaat) pastilah ada. Masa puber kali pertama. Hal ini peran satuan pendidikan sangat penting untuk mensinergikan semua personil agar tidak terjadi kekerasan seksual yang tidak diinginkan. 

 

Terakhir, intoleransi. Banyak dari kalangan siswa yang belum paham mengenai Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun sering dibacakan, tetapi memaknainya kurang. Sedangkan teman sekelasnya banyak yang memiliki perbedaan latar belakang. Seperti halnya bahasa, suka, fisik (warna kulit, dsb). Hal ini menimbulkan tidak toleransi (intoleransi) yang berujung pada bermain mulut dan alhasil terjadi pertengkaran.

 

Ketiga hal ini menjadi dosa besar bagi pendidikan jika tidak dapat diberantas dengan semaksimal mungkin. Untuk itu, sebagai kalangan terdidik sudah seyogianya kita sebagai fasilitator untuk melayani anak-anak didik kita agar merasa aman, nyaman, dan semangat dalam belajar. 

 

Share to :
Kirim Pesan
PPDB ONLINE
PENGUMUMAN UN